Wakapolsek Salawati Sosialisasi UU No. 44 Thn 2008 Ttg Pornografi dan UU ITE No. 11 Thn 2008 Ttg Informasi dan Transaksi Elektronik

Wakapolsek Salawati Sosialisasi UU No. 44 Thn 2008 Ttg Pornografi dan UU ITE No. 11 Thn 2008 Ttg Informasi dan Transaksi Elektronik

  • Post category:Berita

Aimas, Kepolisian Resor Sorong, Waka Polsek Salawati IPDA. Saslan di dampingi Kanit Reskrim Polsek Salawati AIPDA Syamsuriadi, SH melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang bahaya pornografi dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum, bertempat di aula SMA Neg. 1 Salawati Kabupaten Sorong, Senin (20/09/2021) pukul 09.00 Wit S/d pukul 12.15 Wit

Kegiatan di ikuti para Siswa/i dan para Guru SMA Neg. 1 Salawati Kabupaten Sorong. Waka Polsek Salawati IPDA Saslan di dampingi Kanit Reskrim AIPDA Syamsuriadi, SH menyampaikan bahwa di dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008, arti pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Hal ini sangat penting untuk diwaspadai oleh seluruh pihak yang berada di dunia pendidikan anak untuk melindungi anak-anak dari pornografi. Penyebaran pornografi saat ini sangat tinggi dan cepat melalui gadget yang terkoneksi melalui internet, dimana gadget ini pun sudah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi anak-anak untuk berkembang dan mendapatkan informasi terkait pendidikan mereka.
 
Ada pun dampak langsung dari pornografi adalah ketagihan, menuntut lebih, ketidak pedulian atau menjadi tidak sensitif terhadap konten pornografi dan mengingini pelampiasan. Dimana dalam jangka panjang dapat berdampak terciptanya Sexually Active Society yang ditandai dengan masyarakat yang aktif secara seksual (desakraslisasi seks atau seks bukan lagi dianggap sebagai hal yang sacral), tidak ada norma yang mengatur hubungan seksual dan banyak orang yang hidup sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan, atau hubungan di luar nikah menjadi tidak haram, berhubungan seks bebas menjadi hal yang biasa.
 
Melalui sosialisasi ini Waka Polsek menghimbau sekaligus membuka ruang diskusi dengan pihak Siswa/i dan para guru untuk membuat peraturan sekolah yang dapat membatasi dan melindungi anak dari pornografi di antaranya peraturan penggunaan gadget maupun sanksi yang diberikan sekolah apabila ada siswa/i yang mengkonsumsi dan membuat konten pornografi. Kerja sama ini tidak terbatas hanya dengan pihak sekolah saja tapi peran penting orang tua juga untuk memantau pergaulan dan perkembangan anak mereka, karena melindungi anak dari pornografi adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, harus bersama-sama bergandengan tangan.
 
Kemudian Waka Polsek IPDA Saslan
menjelaskan perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya hidup yang semakin mencolok dikarenakan perkembangan teknologi mempengaruhi model berkomunikasi dalam keseharian, dulu semua serba didatangi secara langsung berinteraksi tetapi sekarang sangatlah mudah melalui aplikasi langsung dengan cepat apa yang kita inginkan dapat di genggam melalui alat teknologi ini. Artinya, tekonologi merupakan cara mudah dalam setiap kegiatan manusia. Sama halnya disimpulkan dengan adanya teknologi masalah akan mudah terselesaikan. Namun, selain ada sisi positifnya tentu ada juga sisi negatif dalam penggunaan Teknologi ini, jika kita tidak cerdas dalam pengelolaannya maka akan ada dampak hukumnya bagi mereka yang salah penggunaannya, yang penjelasannya diatur dalam UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Sudah banyak contoh penanganan kasus yang diproses hukum sesuai UU yang berlaku bahkan sudah ada yang sedang menjalani proses hukum akibat teknologi yang kita gunakan tanpa dengan cerdas cara menggunakannya, maka Saya mengajak agar semua Siswa/i dan para guru yang hadir dalam bermedia sosial dapat memperhatikan 3 KA (logiKA, etiKA dan estetiKA) serta tetap menggunakan 4S (Selalu Sharing Sebelum Share),” tegasnya.

Sebelum mengakhiri sosialisasi ini. Dalam Sambutannya, Wakapolsek menyoroti Maraknya kejahatan di dunia maya seperti peyebaran berita bohong, kekerasan, penipuan, pencurian data, penyebaran foto/video pribadi, pornografi dan lain sebagainya yang merupakan bukti nyata bahwa dalam penggunaan internet Siswa harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya/sanksi dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Selanjutnya Waka Polsek memberi pesannya bahwa jadikan diri kita sebagai protek diri untuk melindungi generasi penerus bangsa, tetap berhati-hati dan selalu berpikir positif serta berucap dalam menggunakan Teknologi dizaman serba digital, tutupnya ( Amr /Hms)

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply