Polres Sorong Gelar Press Release Pengungkapan kasus Narkoba, Curanmor Dan Kasus Pembunuhan Bayi

Polres Sorong Gelar Press Release Pengungkapan kasus Narkoba, Curanmor Dan Kasus Pembunuhan Bayi

  • Post category:Berita

Aimas, Kepolisian Resor Sorong kembali gelar Press Release sejumlah kasus tindak pidana yang berhasil di ungkap oleh Sat Reskrim dan sat narkoba Polres Sorong yang bertempat di Koridor Mapolres sorong, Selasa (9/8/)2022). Pagi

Kegiatan Press Release tersebut dipimpin langsung oleh kapolres sorong AKBP Iwan P. Manurung, S Ik di damping Kabag Ops Kompol Farial M. GInting S. Ik., SH, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasi Propam serta Kasi Humas Polres Sorong

Dihadapan awak media Kapolres Sorong dalam keterangan press realese menyampaikan ada tiga kasus pidana yaitu kasus Narkoba, Kasus Curanmor dan Kasus pembunuhan Bayi.

Dan untuk kasus narkoba telah di amankan TSK yang mana inisial CG dengan barang bukti di dapat pada tanggal 13 Juli 2022, di jalan kentang kelularahan Malawili Distrik Aimas Kab. Sorong, berjumlah 2 (dua) paket plastik bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja, 7 (tujuh) paket plastik bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja, 8 (delapan) paket plastic bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja, dan 1 (satu) kertas warna putih berukuran kecil diduga narkotika jenis ganja ,dan isinial RT dengan barang bukti di dapat pada tanggal 28 juni 2022, di Jln. Yos Sudarso Kota Sorong tepatnya di belakang ruko silibaya kota Sorong berjumlah 3 ( tiga ) paket plastic bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja, 4 (empat) paket plastic bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja,inisial EG dengan barang bukti di dapat pada tanggal 15 juli 2022, di halte Doom, Distrik sorong kota berjumlah 7 ( tujuh ) paket plastic bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja, dan untuk inisial IM dengan barang bukti di dapat pada tanggal 16 juli 2022, di penginapan mustika kota sorong jl.sungai maruni km 10.kota sorong berjumlah 1 ( satu ) paket plastic bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis ganja dan 3 ( tiga) paket plastic bening berukuran besar yang diduga narkotika jenis sabu.” Ucap Kapolres

“atas perbuatannya, pelaku di jerat 114 Ayat (1) Jo Pasal 111 Ayat (1) Jo Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika

Dan untuk Kasus Curanmor telah di amankan 2 TSK an. Harli dan Nando dengan barang bukti 15 unit motor dengan modus operandi pelaku berjalan pada jam-jam tertentu sambil mencari target kemudian pada saat hujan deras pelaku juga memanfaatkan situasi dan terakhir pelaku menggunakan korek api jadi “modusnya pelaku menggunakan korek api membakar kabel kontak agar SPM bisa dihidupkan“

Atas perbuatannya bersangkutan di jerat pasal 363 ayat 2 yaitu tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau curhat dengan ancaman pidana sekitar kurang lebih paling lama 9 tahun

Dan selanjutnya kasus pembunuhan bayi dengan Dasar LP / B/254/VIII 2022/ SPKT-II Polres Sorong /Polda Papua Barat. Tempat kejadian Jl.Wamena rt/04 rw/02 kel. Klaligit Distrik Aimas Kab.Sorong tepatnya di dalam rumah tersangka, dengan barang bukti 1 (satu) buah seragam sekolah berwarna putih berlogo Mts.Mariai Kab.sorong pada lengan baju dan terdapat papan nama bertulisan Rio Juli Setiawan dan 1 (Satu) buah kantong plastik warna merah yang di gunakan untuk mengisi mayat bayi yang telah terbungkus dengan seragam sekolah. Modus Operandinya TSK menutup hidung dan mulut bayi menggunakan telapak tangan kanan TSK dengan rapat dan kuat tenaga agar bayi tersebut tidak bergerak dan mengeluarkan suara atau meninggal ,dengan motif tersangka panik takut ketahuan anak dan ayah kandung TSK yang berada di dalam rumah karena TSK melahirkan bayi perempuan dari hasil hubungan gelap dengan laki-laki yang bukan suaminya ,dengan melakukan kekerasan terhadap bayi perempuan tersebut sehingga menyebabkan meninggal dunia .

Atas perbuatannya bersangkutan di jerat pasal pasal 80 ayat 3 jo 76 C jo undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI NO. 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak menjadi UU ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara ,kemudian di juntokan dengan pasal 44 ayat 3 jo pasal 5A UU nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara dan yang terakhir dijuntokan ke pasal 341 KUHP pidana tentang pembunuhan terhadap anak dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun penjara”Tutup KaPolres.

Selanjutnya Kapolres Sorong AKBP Iwan P. Manurung S.Ik menambahkan, polres Sorong akan menindak tegas pelaku-pelaku tindak pidana di wilayah hukum polres Sorong. “Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku tindak pidana di wilayah hukum polres Sorong, dan peran serta masyarakat juga sangat kami perlukan berupa imformasi terkait dengan adanya kasus pidana Yang terjadi di wilayah hukum polres Sorong,” tutup Kapolres

Humas Polres Sorong

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply