Polda Papua Barat Gelar Sosialisasi Perpol Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif

Polda Papua Barat Gelar Sosialisasi Perpol Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif

  • Post category:Berita

Aimas, Kepolisian Resor Sorong, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua Barat melaksanakan sosialisasi Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif, bertempat di Gedung Serba Guna Endra Dharma Laksana Mapolres Sorong, Senin (25/10/2021) pukul 10.00 Wit

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Direskrimum Polda Papua Barat Kombes Pol. Ilham Saparuna, S. Ik., SH didampingi PS. Kabag Wasidik Reskrimum Polda Papua Barat Kompol Achmad Rumalean, SH bersama 2 (Dua) Anggota Reskrimun

Kegiatan di Ikuti oleh Para Perwira dan anggota Polres Sorong Aimas, Para Perwira dan anggota Polres Sorong Kota, Para Perwira dan anggota Polres Sorong Selatan dan Para Perwira dan Anggota Polres Raja Ampat.

Sambutan Direskrimum Polda Papua Barat Kombes Pol. Ilham Saparuna, S. Ik., SH menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan sosialisasi agar disimak dengan baik agar dalam pelaksanaan dapat dilakukan dengan maksimal.

Diharapkan khususnya teman – teman yang berpakaian preman baik itu narkoba maupun Reskrim agar lebih bisa memahami. Kegiatan ini merupakan suatu pembelajaran kepada rekan-rekan agar apabila nanti ditemukan permasalahan yang sesuai dengan Sosialisasi ini maka bisa diterapkan.

Kegiatan sosialisasi ini wajib kita laksanakan karena akan dilaporkan juga pada mabes Polri, ucap Dir

Sambutan PS. Kabag Wasidik Reskrimum Polda Papua Barat Kompol Achmad Rumalean, SH mengatakan, dikeluarkannya Perpol Nomor 8 Tahun 2021 oleh Kapolri adalah sebagai langkah progresif dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat. Dengan pendekatan restoratif semua masalah masyarakat dapat ditangani dengan cepat. Langkah hukum pemidanaan sebagai alternatif terakhir dalam proses penyelesaian masalah masyarakat.

“Peraturan ini sebagai upaya menimalisir, tidak ada lagi proses penegakan hukum yang bisa memicu masalah menjadi besar. Dengan pendekatan restoratif suatu masalah bisa diatasi dengan cara musyawarah melalui para tokoh-tokoh se tempat.

Bahwa Dengan adanya restoratif justice mampu menekan proses hukum, yang memakan waktu, misalnya kasus seperti adanya Seseorang yang didakwah mencuri buah Mangga dan kasus pencurian sendal , menurutnya tdk perlu sampai tahap pengadilan.sehingga bisa diselesaikan dengan melibatkan pelaku dan korban serta masyarakat setempat.pada intinya restoratif justice bisa terwujud sepanjang ada kesepakatan antara pihak, pelaku dan korban

Kemudian kegiatan dilanjutkan Pemberian Materi perpol nomor 8 tahun 2021 oleh Kompol Achmad Rumalean, SH dan diikuti oleh Perwira dan Anggota Polres (Amir/Hms)

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply