Personil Polsek Beraur Hingga Saat Ini MasihTetap Lakukan Monitoring Dan Pengamanan SPBU, Pasca Penyesuaian Harga BBM

Personil Polsek Beraur Hingga Saat Ini MasihTetap Lakukan Monitoring Dan Pengamanan SPBU, Pasca Penyesuaian Harga BBM

  • Post category:Berita

Aimas, Kepolisian Resor Sorong, Personil Polsek Beraur hingga saat ini masih tetap menepatkan personelnya untuk menjaga SPBU CV. Karya Rejeki Wijaya Klamono. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi adanya peningkatan antrian pengisian BBM pasca pengumuman penyesuaian Bahan Bakar Minyak (BBM) Oleh pemerintah beberapa hari lalu, Senin (19/09/2022) pukul 12.00

Tercatat, untuk saat ini ada 1 (satu) SPBU yang beroperasi di Distrik Klamono. Kapolsek Beraur IPDA Mokh. Ali Sadikin, SH saat di konfirmasi oleh Sie Humas mengatakan bahwa SPBU tersebut setiap harinya dijaga oleh 2 (dua) personel Polsek Beraur selama SPBU Beroperasi,” kata Kapolsek

Kapolsek menambahkan hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan pembelian BBM pasca ditetapkannya penyesuaian harga BBM oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, petugas juga bisa memastikan tidak adanya pembelian BBM subsidi dengan galon atau jerigen, maupun mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi, agar memiliki daya tampung yang lebih besar.

“Penempatan personil ini juga langkah antisipasi adanya penyimpangan terhadap pembeli yang membawa galon atau jerigen, maupun mobil-mobil yang telah dimodifikasi,” ujarnya.

Selain itu, Kapolsek juga memerintahkan personil yang berjaga untuk mengecek mobil tangki pada saat mengisi atau mendistribusikan BBM ke SPBU. Pengecekan mulai dari DO apakah sesuai dengan yang harus diisikan ke SPBU tersebut.
“Dari laporan anggota dilapangan, sementara belum ada temuan. Tidak ada antrean, penyimpanan. Namun Pengawasan akan terus kita lakukan hingga situasi kembali normal,” tegasnya.

Kapolres Sorong AKBP Iwan P. Manurung, S. Sos melalui Kasi Humas IPTU Amiruddin menyampaikan akan menindak tegas apabila ada pihak yang nekat menimbun BBM. Sebab sangat merugikan Negara dan warga masyarakat, hal tersebut melanggar Pasal 53 huruf C UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman penjara paling lama 3 tahun, dan denda paling tinggi Rp 30 Miliar. (Hms)

By Humas Polres Sorong

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply