Personil Polres Sorong Dan Polsek Jajaran Hingga Saat Ini MasihTetap Lakukan Monitoring Dan Pengamanan SPBU/SPBN Pasca Penyesuaian Harga BBM

Personil Polres Sorong Dan Polsek Jajaran Hingga Saat Ini MasihTetap Lakukan Monitoring Dan Pengamanan SPBU/SPBN Pasca Penyesuaian Harga BBM

  • Post category:Berita

Aimas, Kepolisian Resor Sorong, Personil Polres Sorong dan Polsek Jajaran hingga saat ini masih tetap menepatkan personelnya untuk menjaga SPBU maupun SPBN. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi adanya peningkatan antrian pengisian BBM pasca pengumuman penyesuaian Bahan Bakar Minyak (BBM) Oleh pemerintah beberapa hari lalu, Rabu (21/09/2022)

Kapolres Sorong AKBP Iwan P. Manurung, S. Ik melalui Kasi Humas IPTU Amiruddin mengatakan bahwa SPBU maupun SPBN yang ada di wilayah Kabupaten Sorong setiap harinya dijaga oleh 2 (dua) personel Polres Sorong dan Polsek Jajaran selama SPBU Beroperasi,” kata Amir

Kasi Humas menambahkan hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan pembelian BBM pasca ditetapkannya penyesuaian harga BBM oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, petugas juga bisa memastikan tidak adanya pembelian BBM subsidi dengan galon atau jerigen, maupun mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi, agar memiliki daya tampung yang lebih besar.

“Penempatan personil ini juga langkah antisipasi adanya penyimpangan terhadap pembeli yang membawa galon atau jerigen, maupun mobil-mobil yang telah dimodifikasi,” ujarnya.

Selain itu, Kasi Humas juga memerintahkan personil yang berjaga untuk mengecek mobil tangki pada saat mengisi atau mendistribusikan BBM ke SPBU/SPBN. Pengecekan mulai dari DO apakah sesuai dengan yang harus diisikan ke SPBU tersebut.

“Dari laporan anggota dilapangan, sementara belum ada temuan. Tidak ada antrean, penyimpanan. Namun Pengawasan akan terus kita lakukan hingga situasi kembali normal,” tegasnya.

Lanjut Kasi Humas IPTU Amiruddin menyampaikan akan menindak tegas apabila ada pihak yang nekat menimbun BBM. Sebab sangat merugikan Negara dan warga masyarakat, hal tersebut melanggar Pasal 53 huruf C UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, dengan ancaman penjara paling lama 3 tahun, dan denda paling tinggi Rp 30 Miliar. (Hms)

By Humas Polres Sorong

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply