Kapolsek Seget Hadiri Acara Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Papua Barat Di Kampung Badbirow

Kapolsek Seget Hadiri Acara Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Papua Barat Di Kampung Badbirow

  • Post category:Berita

Aimas, Kepolisian Resor Sorong, Kapolsek Seget IPDA Herianto, S. Sos menghadiri kunjungan kerja anggota DPD RI Papua Barat YANCE SAMONSABRA, SH., M. Si di lokasi sumur minyak dan limbah yaitu sumur 34, Sumur 37, Sumur Argo dan Pembuangan Air Distrik Salawati Tengah Kabupaten Sorong, Sabtu ( 09/20/2021) pukul 09.00 Wit s/d 18.00 Wit,

Kegiatan tersebut dihadiri Fom Pil Ir. Mustaman, Ka Humas Petrogas Markus Rumaropen, SH, Ketua Adat Sslawati Tengah Mesak Moifilit dan Perwakilan 14 Marga yaitu Saudara Alex Kalapain dan warga Masyarakat Kampung Badbirow Distrik Salawati Tengah merasa belum di bayar lunas Hak Ulayatnya.

Adapun kegiatan tersebut sekaligus untuk menyerap aspirasi warga demi kemajuan Kampung Badbirow Distrik Salawati Tengah yang selama ini selama 29 tahun masyarakat merasa tidak menikmati hasil migas di Salawati Tengah

Di dalam pertemuan di Balai Kampung Badbirow Distrik Salawati Tengah, Ketua LBH H. Kumar, S.Ag, SH, menyampaikan bahwa masalah ini harus di mediasi dengan baik supaya dapat jalan keluar yang baik dan aman sehingga semua berjalan dengan baik, ucapnya

Perwakilan 14 Marga Ssudara Zeth Kalapain menyampaikan sudah selama 29 tahun masyarakat tidak menikmati hasil migas di Salawati Tengah, Masyarakat menangis sedih karena ketertinggalan dengan Daerah lain.

Penyampaian Ketua Dewan Adat Salawati tengah Saudara Mesak Moifilit bahwa apabila ada Sumur Minyak atau Tanaman tumbuh Hak Ulayat belum terbayar Perusahaan Pasti Akan membayar.

Perwakilan dari Tokoh Perempuan, menuntut hak-hak Adat yang selama ini masyarakat tidak pernah menikmati.

Penyampaian anggota DPD RI Papua Barat Yance Samonsabra, SH.,M. Si bahwa masalah Kekurangan Pembayaran Hak Ulayat akan di Proses tahap demi tahap bila benar, sehingga mendapat Kesimpulan dan data-data akan dikumpulkan dan akan di usut sampai tuntas, kemudian masalah limbah yang di sampaikan perwakilan 14 marga, harus menghadirkan pihak terkait yakni lingkungan hidup. Sebab menurut pihak PIL itu bukan limbah namun Saluran Pembuangan, Selama kegiatan berlangsung situasi aman terkendali, (Amir/Hms)

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply