Kapolsek Seget Bersama Danramil Dan Pemerintahan Setempat Mediasi Permasalahan Warga
Kapolsek Seget Ipda Dhira Justitia Sutriodi, S. Tr. K bersama Danramil (diwakili Babinsa) dan Pemerintah setempat,

Kapolsek Seget Bersama Danramil Dan Pemerintahan Setempat Mediasi Permasalahan Warga

  • Post category:Berita

Kepolisian resor sorong, Kapolsek Seget Ipda Dhira Justitia Sutriodi, S. Tr. K bersama Danramil (diwakili Babinsa) dan Pemerintah setempat, dalam hal ini Kepala Distrik Segun, Sutardjo Pongtuluran, S.Sos, M.si. melakukan mediasi permasalahan warga yang terjadi di Kampung Segun Distrik Segun. Mediasi dilakukan di balai Distrik setempat, Rabu (04/02/2021) sekitar pukul 30.45 Wit

Hadir dalam penyelesaian masalah tersebut Kepala Distrik Segun Sutardjo Pongtuluran, S. Sos, M.Si, Kapolsek Seget Seget, Ipda Dhira Justitia Sutriodi, S. Tr. K, Danramil Seget yang di wakili oleh babinsa, Kepala kampung Segun Permenas Hay, Kepala kampung Malamas Maurits Nibra, Ketua Bamuskam kampung Segun Isak Mili, Ketua Bamuskam kampung Malamas Aren Sawat dan 2 orang Saksi yaitu Yehezkiel kutumlas dan Benyamin kutumlas

Permasalahan bermula dari adanya kesalahpahaman antara Sdr. Yonatan kutumlas (39 thn) dan Bpk Herman Nureroan, (62 thn), pensiunan PNS. Keduanya Warga Kampung Segun. Dimana bahwa bahwa pada hari Rabu tanggal 03 Februari 2021 sekitar pukul 21.00 wit. Dimana Sdr. Yonatan kutumlas (Pelaku) mendatangi Bpk Herman Nureroan (Korban) di kios dengan maksud ingin mengetahui berapa jumlah hutang pengambilan di kios tersebut. Namun setelah korban menghitung jumlah hutang pelaku maka terjadi selisih jumlah hutang pengambilan barang di kios tersebut di mana korban mengklaim bahwa hutangnya hanya berjumlah Rp 370.000,- (tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah) sedangkan korban mengklaim bahwa hutang pelaku berjumlah Rp 1.670.000,- ( satu juta enam ratus tujuh puluh ribu rupiah) sehingga pelaku merasa tidak terima dan kembali ke rumah saudara Yehezkiel kutumlas dan menyampaikannya kepada saudara Yehezkiel kutumlas dan menyuruhnya untuk mengecek ulang jumlah hutangnya, namun setelah korban mengecek ulang ternyata memang benar korban keliru menulis jumlah hutang pelaku tersebut sehingga korban menyampaikan permintaan maafnya kepada pelaku melalui saudara Yehezkiel kutumlas namun karena sudah larut malam sehingga tidak sempat menyampaikannya kepada pelaku. Keesokan harinya sekitar pukul 06.30 Wit, pelaku mendatangi rumah saudara Yehezkiel kutumlas untuk menanyakan kembali perihal hutangnya di kios tersebut dan saudara Yehezkiel kutumlas menjawab bahwa betul jumlah hutang pengambilan barang pelaku di kios hanya berjumlah Rp 360.000,- (tiga ratus enam puluh tibu rupiah) dan catatan yang korban buat sudah di coret. Setelah Sdr. Yonatan kutumlas (Pelaku) mendengar penjelasan tersebut langsung mendatangi kios korban sambil berteriak memaki-maki korban dan membanting salah satu jendela rumah sehingga menyebabkan kaca jendela tersebut pecah, tak puas sampai di situ pelaku masuk ke dalam rumah dan memukuli korban sehingga menyebabkan kelopak mata dan pelipis mata korban sebelah kanan korban bengkak. Setelah memukuli korban pelaku langsung pergi.

Korban pemukulan kemudian melaporkan kejadian kepada pemerintahan Distrik Segun untuk diselesaikan. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama pihak kepolisian Sektor Seget dan Koramil Seget. Hasil koordinasi kemudian dilanjutkan mediasi penyelesaian masalah. Setelah mediasi selesai kemudian dituangkan dalam surat kesepakatan bersama (SKB) yang ditandatangani oleh semua pihak. Setelah menandatangani surat kesepakatan tersebut, masing-masing pihak bersalaman dengan disaksikan oleh warga yang hadir.

Kapolsek Seget Ipda Dhira Justitia Sutriodi, S. Tr. K mengatakan adanya permasalahan warga kita adakan mediasi untuk menyelesaikan masalah. Keduanya sepakat agar polisi, TNI dan pemerintahan Distrik dan Pemerintah Kampung menjadi mediator dalam penyelesaian permasalahan. “Dalam mediasi terjadi kesepakatan kedua belah pihak menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Kemudian dibuatkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani seluruh pihak,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, dengan mediasi yang dilakukan permasalahan warga bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan gangguan keamanan. Hal itu sebagai langkah problem solving terhadap permasalahan yang terjadi di wilayah Kampung ( Amr Hms

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply