Antisipasi Penyalagunaan Senpi, Waka Polres Sorong pimpin Pengecekan dan pemeriksaan Senpi Organik

Antisipasi Penyalagunaan Senpi, Waka Polres Sorong pimpin Pengecekan dan pemeriksaan Senpi Organik

  • Post category:Berita

Kepolisian Resor Sorong,– Waka Polres Sorong Kompol Emmy Fenitiruma, S. Sos memimpin langsung pegecekan dan pemeriksaan terhadap Anggota Polres Sorong dan Polsek Jajaran yang memegang Senjata Api Organik. Hal ini dilakukan, untuk menindaklanjuti perintah Kadiv Propam Polri melalui Kapolda Papua Barat yang diteruskan ke Jajaran Polres termasuk Polres Sorong. Kegiatan ini dipimpin oleh Waka Polres di dampingi Kasubbag Sarpras IPDA Agustinus. T dan Kasi Propam IPDA Junaifin serta diawasi langsung oleh Kapolres Sorong AKBP. Robertus A. Pandiangan, S. Ik. MH, bertempat dilapangan apel Mapolres Sorong, Jumat (26/02/2021) pukul 09.30 Wit

Pengecekan dan pemeriksaan dilakukan terhadap Anggota yang dipinjam pakaikan Senjata Api kepada personil polres Sorong dan Polsek Jajaran. Pemeriksaan meliputi : Surat Izin Pemegang Senjata Api (SIMSA), kebersihan Senjata dan jumlah amunisi. Pada saat pemeriksaan, Kasubbag Sarpras menyampaikan kepada Para Pemegang Senpi agar tetap menjaga kebersihan Senjata sehingga setiap saat dalam keadaan tertentu Senjata dapat digunakan. Selanjutnya Kasi Propam mengarahkan kepada Anggota agar Senjata Api digunakan sesuai dengan SOP di Lingkungan Polri.

Waka Polres Sorong Kompol Emmy Fenitiruma, S. Sos mengatakan bahwa pengecekan dan pemeriksaan berdasarkan penerbitan Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Telegram bernomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 itu terbit tertanggal 25 Februari 2021 tentang adanya kejadian Oknum Anggota Polri yang menembak mati Anggota TNI AD dan pegawai kafe di Jakarta Barat. Telegram ini ditujukan untuk para Kapolda. Telegram itu memuat arahan dalam menyikapi kasus penembakan tersebut. Terutama agar tidak terulang kembali di lain waktu, serta mencegah terjadinya perselisihan antara dua korps keamanan itu. “Sebagai langkah antisipasi peristiwa serupa tak terjadi lagi, sekaligus untuk menjaga soliditas dengan TNI yang selama ini berjalan baik,” kata Waka Polres

Telegram itu berisi 5 poin. Adapun kelimanya ditunjukkan kepada para Kapolda, sebagai berikut:

  1. Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan proses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan proses pidana.
  2. Secara proaktif terus meningkatkan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu, keagamaan, olahraga, bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.
  3. Memperketat proses pinjam pakai senpi dinas yang hanya diperuntukan bagi anggota Polri memenuhi syarat dan tidak bermasalah serta memperkuat pengawasan dan pengendalian dalam pemakaiannya.
  4. Memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakan koordinasi dengan satuan TNI setempat dan POM TNI untuk terus mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas, dan berkeadilan.
  5. Pada kesempatan pertama melaporkan upaya-upaya penanganan dan pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI yang telah dilaksanakan di masing-masing wilayahnya kepada Kapolri.

Lanjut Waka Polres Sorong Kompol Emmy Fenitiruma, S. Sos dalam arahannya kepada Anggota menyampaikan bahwa Kapolda Papua Barat memerintahkan untuk Anggota dilarang diberi tanggung jawab memegang Senpi, apabila : Hasil psikologi terdapat catatan yang sifatnya membahayakan bagi dirinya dan orang lain, Anggota yang pernah memiliki masalah (kasus) terkait dengan penggunaan Senpi, dan Anggota yang berperilaku (kebiasaan) mengkonsumsi miras, Tegas Waka Polres

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Anggota semakin disiplin dalam menggunakan Senjata, sehingga ke depannya tidak ada lagi Anggota Polri khususnya Anggota Polres Sorong yang melakukan penyalahgunaan Senjata Api, Ucap Waka Polres Sorong Kompol Emmy Fenitiruma, S. Sos (Amr Hms)

Bagikan Artikel ini

Leave a Reply